Jumat, 31 Juli 2009

Racun Kumbang Bunuh 1000 Spesies Asli

LONDON – Lebih dari 1.000 spesies asli berpotensi terkena serangan racun yang menyebar dari kumbang harlequin.

Hasil studi para peneliti ini mengungkapkan bahwa seekor kumbang harlequin berpotensi membahayakan serangga, parasit dan jamur yang hidup di sekitarnya.

Sejak kemunculannya di Inggris Utara pada 2005, harlequin langsung membentuk koloni dan berkembang sangat pesat. Sekarang, habitat harlequin dapat ditemukan di penjuru daerah Inggris mulai dari Essex hingga Orkney. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (30/6/2009).

Dr Helen Roy, dari Centre for Ecology and Hydrology, mengatakan keberadaan serangga asli akan semakin tersisih dan menyusut seiring dengan kian gencarnya peningkatan jumlah harlequin.

“Kami percaya, jika tidak segera ditindaklanjuti, dampak negatif harlequin di Inggris akan semakin memburuk, bahkan berpotensi memusnahkan lebih dari 1.000 spesies asli,” kata Helen.

Tahun ini, diperkirakan ada sekira satu miliar harlequin mengancam keselamatan telur kumbang berlainan jenis, larva kupu-kupu dan telur hewan serangga lainnya.

Awalnya, kumbang harlequin berasal Asia dan dibawa ke AS 25 tahun lalu. Jenis serangga ini diperkenalkan ke Inggris sebagai pest controller ramah lingkungan.

Namun rupanya, perkembangan harlequin menjadi kian pesat dan tak terkendali. Serangga ini terutama mengeluarkan racun yang menginvasi makhluk hidup di sekitarnya. (srn)

Fosil "Nessie" ditemukan Di Scotlandia

“Jejak” dinosaurus berusia 150 juta tahun ditemukan di tepian Loch Ness, Skotlandia –namun jejak berupa fosil tersebut tidak berasal dari monster legendaris yang menghuni danau itu, demikian diungkapkan para ilmuwan hari Rabu lalu (16/7).

Fosil yang berupa empat tulang belakang lengkap dengan syaraf dan urat nadinya itu dipercaya merupakan bagian dari tubuh plesiosaurus, reptil pemakan daging yang menghuni lautan dan memiliki leher panjang. Ia ditemukan oleh Gerald McSorley, 67, di perairan dangkal tepi loch (loch dalam bahasa setempat berarti danau).

McSorley, yang pensiunan itu menyerahkan fosil ke Museum Nasional Skotlandia, yang kemudian mempelajari satu-satunya fosil plesiosaurus dari negara itu. Adapun kondisi dan penemuan fosil dari jaman Jurassic tersebut menjadi pertanyaan besar. “Asal-usul fosil ini masih sangat kabur… apakah ia tergeletak di sini karena kesengajaan atau memang ada sejak dahulu kala,” ungkap juru bicara museum, Hannah Dolby.

“Penelitian pada materi fosil menunjukkan bahwa ia berasal dari lingkungan laut, bukan lingkungan air tawar seperti Loch Ness,” kata Dolby. “Entah bagaimana plesiosaurus yang binatang laut itu bisa sampai sini,” lanjutnya.


Nessie, Sang Monster Loch Ness

Plesiosaurus yang hidup antara 200 juta hingga 65 juta tahun lalu, yakni pada masa Jurassic dan Cretaceous, memang memiliki kemiripan dengan makhluk yang dipercaya sebagai Nessie, sang monster Loch Ness. Namun para ilmuwan menekankan bahwa fosil itu bukan Nessie –seandainya Nessie memang ada– karena Loch Ness belum terbentuk hingga akhir Jaman Es, sekitar 12.000 tahun lalu.

Seperti diketahui, legenda tentang keberadaan monster raksasa yang menghuni Loch Ness telah menjadi cerita rakyat sejak berabad-abad lalu. Mereka yang mengaku pernah melihatnya melukiskan Nessie sebagai binatang seperti naga berwarna hitam dengan tubuh besar dan leher panjang.


Berbagai ekspedisi telah dilakukan untuk menemukan monster itu, termasuk menggunakan radar dan kamera bawah air modern. Sampai kini bahkan ada beberapa kamera yang dipasang di kedalaman Loch Ness untuk mencari Nessie. Tidak terhitung pula penyelaman-penyelaman yang dilakukan untuk tujuan sama. Namun demikian, yang ada hanyalah foto-foto amatir dari para pengagum Nessie yang diragukan keasliannya.

Yang jelas bagi mereka yang percaya Nessie, penemuan fosil itu merupakan bukti keberadaan monster tersebut. McSorley sang penemu fosil sampai berkata, “Saya selalu percaya akan keberadaan monster Loch Ness, dan tulang ini menjadi buktinya.”



Ikan Paus Terkecil Di Dunia

Manila – Aktivis di Philipina menyelamatkan ikan paus paling kecil di dunia. Ikan paus sebesar lengan itu merupakan terkecil yang pernah diketahui oleh manusia.

World Wide Fund for Nature mengatakan, ikan itu diselamatkan oleh pejabat kelautan dan aktivis di Philipina Timur. Ikan sepanjang 15 inci itu kemudian dilepaskan di perairan dalam. Ikan itu sebelumnya tertangkap jaring.

WWF menyebut, ikan yang diselamatkan itu merupakan paus hidup terkecil yang pernah diselamatkan dalam sejarah.

Elson Aca, project manager WWF whale shark tracking project mengatakan penemuan itu sebagai indikasi perairan itu merupakan wilayah beranak paus.
Selama ini hanya beberapa anak paus saja yang berhasil ditemukan. Paus di Philipina itu ukurannya bisa disejajarkan dengan embrio yang ditemukan pada paus betina yang mati pada 1996 dengan ukuran 14,6 hingga 18,9 inci.

Ikan paus bisa tumbuh sebesar bis dan muncul di pantai timur Philipina dari Desember hingga Mei dan menarik ribuan turis. Tapi baru sedikit yang diketahui dimana paus berbiak karena terus menjelajahi samudera.

Katak Makan Ular Berbisa

Seekor katak tertangkap kamera sedang memakan seekor ular di China. Fenomena alam luar biasa langka yang dapat ditangkap oleh kamera. Pasalnya, yang umum terjadi adalah ular memakan katak dan bukan sebaliknya.

Foto katak gunung yang sedang memakan ular berbisa Jerdon, berhasil diabadikan oleh seorang wisatawan yang berkunjung ke Qingcheng Mountain Park di Sichuan, China tengah.

Ran Longzhong, yang berasal dari Chongqing, mengungkapkan kepada IC Media bahwa ia nyaris tak dapat mempercayai penglihatannya dan ia senang dapat mengabadikan fenomena alam tersebut dalam bentuk foto.

“Saat itu saya sedang berjalan-jalan di gunung, tiba-tiba saja saya melihat seekor katak sedang memakan ular dan ular itu ternyata masih hidup dan meronta-ronta,” tukasnya.

“Dalam waktu lima menit saja, katak itu dapat memakan habis ular tersebut. Sulit dipercaya seekor ular predator dapat dikalahkan oleh mangsanya.”

Keheranan yang sama pun dilontarkan oleh ahli hewan. Mereka mengakui bahwa fenomena alam katak memakan ular itu tak pernah terdengar sebelumnya.

Kambing Bermata Satu Tak Berhidung Gegerkan Warga

Surabaya – Kegembiraan Sugik mengetahui kambingnya lahir aneh dengan mata satu dan tak berhidung hanya berlangsung singkat.

Sebab anak kambing milik warga Dusun Kramat, Desa Jajar Tunggal Kecamatan Wiyung Surabaya ini mati setelah sekitar 12 jam bertahan hidup.

Padahal Sugik sudah berniat ingin memelihara hingga besar kambing jenis gibas yang lahir pada Selasa (28/7/2009) pukul 14.00 WIB.

“Padahal sudah saya beri susu dan saya rawat dengan baik,” tuturnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (29/7/2009). Dia sangat menyesali kematian kambingnya ini.

Meski sudah mati, kambing aneh yang mengundang perhatian warga ini masih disimpannya setelah meninggal Rabu Rabu dinihari.

Anak kambing miliknya itu disimpannya di dalam kardus sebelum akan diserahkan ke kawannya yang bekerja di Kebun Binatang Surabaya untuk diawetkan.


Seorang warga memegang anak kambing aneh yang telah mati. Kambing ini lahir Selasa (28/7) siang.


Kambing bermata satu dan tanpa hidung sempat membuat warga geger.



Bangkai anak kambing bermata satu dan tanpa hidung.



Induk dan saudara si kambing bermata satu dan tanpa hidung yang kondisinya normal.




Fosil Predator Purba Ditemukan Digurun Sahara

CHICAGO – Di teriknya Gurun Sahara, para arkeolog menemukan tulang-belulang dua predator purba yang hidup 110 juta tahun lalu. Masing-masing panjangnya sekitar 7,5 meter dan berat antara 3-4 ton.

Salah satunya yang diberi nama Kryptops palaios memiliki tampang mirip seekor hyena, pemangsa bangkai yang memiliki moncong pendek. Lainnya, Eocarcharia dinops, memiliki deretan gigi-gigi tajam seperti pada ikan hiu. Para peneliti memperkirakan bahwa keduanya hidup berdampingan. Kryptops mungkin memangsa bangkai yang ditinggalkan Eocarcharia.

Kryptops yang berarti wajah tersembunyi dipilih sebagai namanya karena mukanya diselimuti jaringan keras seperti pada tanduk yang disebut keratin. Hewan yang berkaki dua dan dapat bergerak cepat ini memang ahli menggerogoti.

Ia memiliki rangkaian gigi tajam yang seragam. Dengan moncongnya yang pendek, Kryptops mungkin memasukkan kepalanya ke tubuh bangkai yang menjadi mangsanya.

Sementara Eocarcharia atau berarti hiu permulaan khas dengan gigi pedang yang tajam dan tulang dahi menonjol. Giginya berselang-seling atas bawah sehingga pasti sangat mematikan saat menggigit.

“Mereka adalah dua di antara tiga yang kami gali. Menemukan tiga predator besar di area sini adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Paul Sereno, paleontolog dari Universitas Chicago, AS. Sereno melaporkan hasil penggaliannya selama tahun 2000 itu dilaporkan dalam jurnal Acta Paleontological Polonica.

Predator ketiga, seekor predator menyerupai buaya yang besarnya du akali lipat buaya sekarang dan berpunggung kail. Predator pemakan ikan yang diberi nama Suchomimus, berarti menyerupai buaya, ini ditemukan lebih dulu pada tahun 1997 di Nigeria.

Hewan-hewan tersebut hidup di daratan bagian selatan Afrika yang sekarang disebut Gondwana. Ia menguasai benua di belahan selatan Bumi di Zaman Cretaceous saat mulai terbentuk benua-benua di permukaan Bumi.

“Tidak ada satupun yang mirip dengannya pada Zaman Cretaceous di Amerika Utara karena baru berkembang, tyrannosaurus muncul dan praktis menjadi satu-satunya dinosaurus predator besar ,” ujar Sereno.(AP/WAH)

Fosil Makhuluk Hidup Terbesar Di Dunia

Fosil Makhluk hidup Ultra raksasa yang belum teridentifikasi jenisnya kembali ditemukan, kali ini datang dari Kawasan Jebal Barez. sebuah wilayah perbukitan tandus dipinggiran Iran.

Laporan datang dari seorang ramaja penggembala domba, yang mengklaim dirinya telah menemukan suatu rentetan bebatuan mirip fosil jasad Makhluk hidup raksasa ditempat dimana ia biasa menggembalakan domba-dombanya.

Sebuah Fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin Ultra) yang ditemukan di Kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan. Menurut para peneliti mungkin inilah hewan purba terbesar yang pernah eksis didunia pada masa lalu, ukuran kepalnya saja bisa mencapai panjang 26 meter dengan ketinggian 8 meter.

Salah seorang Arkeolog yang terlibat dalam penggalian sekaligus penelitian terhadap fosil Jebal Barez tercengang dan tidak menyangka sebelumnya bahwa makhluk ini memang berukuran sangat-sangat besar, bahkan lebih besar daripada seekor Ultrasaurus sekalipun (Jenis Dinosaurus terbesar di Dunia). Dia belum pernah menyaksikan jejeran tulang rusuk hewan purba setinggi itu. Benar-benar tidak bisa dibayangkan Katanya.

Diperkirakan, Fosil tersebut mungkin muncul akibat adanya gempa Bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu. Reruntuhan batuan akibat gempa bumi di Jebal Barez talah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur didalam bukit-bukit tandus berbatu.

Namun, Para Arkeolog sendiri menyayangkan terhadap Pemerintahan Iran yang terkesan bergerak lambat dalam menindaklanjuti penggalian. Kesan mereka seperti tidak serius menanggapi penemuan ini, pengiriman tenaga ahli dirasa sangatlah lambat dan kurang. Sehingga sampai saat ini, penggalian atas fosil Jebal Barez memakan waktu yang lebih panjang dari yang diperkirakan. Mereka menegaskan, kami kekurangan suplai dari beberapa tenaga ahli dalam misi penggalian ini.

Tim Satuan Kepurbakalaan Iran yang bertanggung jawab penuh atas penggalian sepakat,mereka menegaskan bahwa ini merupakan kerangka hewan raksasa tunggal. mungkin salah satu hewan purba berjalan melata.Ukurannyapun lebih besar daripada Jenis-jenis Dinosaurus yang pernah ada sebelumnya.Tapi,apakah hewan ini termasuk dalam jajaran Dinosaurus atau bukan, itulah yang belum bisa diterangkan.

Mereka tidak mau berspekulasi bahwa hewan ini merupakan salah satu jajaran species Dinosaurus,sebab dari hasil penelitian yang telah ada,umur tulang dari makhuluk tersebut berusia lebih muda dari pada Era Cretaceous (Beberapa fase era-era/jaman dimana para Dinosaurus pernah eksis dibumi).

Bahkan jika seandainya mereka mau berspekulasi,mungkin hewan ini bahkan hidup pada saat manusia-manusia purba telah menapakkan kaki-kaki mereka dibumi.

Pada foto diatas,merupakan bentuk kerangka tulang-tulang rusuk dari fosil makhluk tersebut.Jikalau masih utuh,mungkin diperkirakan tinggi setiap tulang rusuk mencapai 5-7 kaki.Namun sebagian besar tulang-tulang rusuk tersebut telah keropos,sehingga pada ujung-ujungnya tidak bisa diamati lagi.

Dapat dibayangkan,bahwa benar-benar makhluk ultra ini belum pernah ditemukan dan diidentifikasi sebelumnya.Pada jajaran species-species Dinosaurus,tidak satupun yang memiliki struktur fisik seperti itu.Mungkin inilah yang disebut sebagai kemustahilan Biologis.

Diperkirakan,panjang tubuh keseluruhan dari makhluk ini mencapai 200 kaki lebih,jika dillihat dari struktur penysun tulangnya,mungkin makhluk tersebut termasuk dalam jajaran hewan yang berjalan melata,dan sejenis hewan amfibi.

Setidaknya,kira-kira perlu bertahun-tahun bagi para ahli arkeologi dan paleontologi untuk mengetahui secara pasti mengenai identitas makhluk misterius tersebut.Mengenai kapan periode hidupnya,mungkin inilah pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu.Karena dengan mengetahui kapan masa periode Makhluk ini eksis,pengidentifikasian selanjutnya mungkin akan jauh lebih mudah dilakukan.

Bantuan tenaga-tenaga ahli dari berbagai belahan dunia juga akan turut mempengaruhi cepat lambatnya pengenalan akan status makhluk ini.

Berikut adalah foto-foto tambahan yang berhasil diabadikan seputaran penemuan fosil makhluk Ultra Raksasa di Iran tersebut: